advertise

16 Juli 2011

BERANI UNTUK BER (tato) BEDA



Berani untuk Ber(tato)beda

Mengenakan Tato pada tubuh adalah pilihan yang membutuhkan keberanian, tentu anda sepakat. Itu berarti anda akan berbeda dengan kelompok lain, yang tidak ber-tato. Sebagai salah satu produk seni ia masih saja terus menjadi dialektika, rasa ingin tau dan berbagai aspek didalamnya.

09 Juli 2011

BERJABAT TANGAN LAH DENGAN ENGGANG KU

BERJABAT TANGAN LAH DENGAN ENGGANG KU

Berjabat tangan lah dengan Enggangku
Menyalami ruas helai-helai bulunya yang telah menua
Menikmati kepaknya ketika Ia tengadah
Menghitung lenggoknya saat bersalaman dengan angin kelana
Angin yang berumah diangkasa,..angin yang mengisi lumbung dan menghidupi..

Ia berputar,….menukik,...mengawan dan 34 kali berputar lagi diatas gemawan,..dan pepohonan yang meranggas daunnya.
Ia tak lagi mengenal sarangnya..
Bahkan lupa pohon apa yang pernah mengajaknya berjabat tangan atau sekedar mengucap salam.

08 Juli 2011

TATO, IDENTIFIKASI IDENTITAS, dan NASIONALISME


Tatto, identifikasi identitas, dan nasionalisme.
Sebagai panduan pemakalah dalam diskusi: Me-redefinisikan Tatto, Berpikir Ulang Tentang Bhinneka Tunggal Ika
Beringin Soekarno, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 17 Oktober 2010 yang diselenggarakan oleh IMPULSE. (Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies)
Tato, atau apapun istilah lain penyebutan-nya adalah produk kebudayaan. Kebudayan yang lahir dari peradaban manusia. Catatan ilmiah, penemuan, pengungkapan diberbagai belahan benua di dunia, bahwa di Borneo (baca:` Kalimantan, Indonesia) pernah ada sekelompok manusia yang mengggunakan Tato sebagai identitas dan penanda dalam kelompoknya. Di Kalimantan, Tato bagi masyarakat Dayak memang bukan sekedar hiasan tubuh. Ia adalah gambar abadi yang sungguh memiliki posisi tersendiri yang sulit kita terjemahkan secara sederhana: Baik dan buruk.

Belajar memahami MULTIKULTURALISME: melalui Pendidikan Seni


Belajar memahami MULTIKULTURALISME: melalui Pendidikan Seni

Oleh: Iwan Djola

Multikultural menurut kamus istilah berarti : berkenaan dengan lebih dari dua kebudayaan. Sedangkan Multikulturalisme sendiri dimaknai sebagai keanekaragaman kebudayaan dalam suatu komuniti atau bangsa.
Dengan sadar atau tidak, multikultural telah menjadi ilham sebelum Indonesia diproklamirkan. Keberadaan aneka suku dan budaya membuat negara ini menjadi sangat kaya dengan perbedaan yang ada di dalamnya. Siapapun boleh menghitung ada berapa suku yang hidup berdampingan sepanjang Sabang sampai Merauke, dan ada berapa pengelompokan budaya yang berkembang menyertainya.

TATO DAN EKSISTENSI BUDAYA DAYAK

TATO DAN EKSISTENSI BUDAYA DAYAK
 
Abad demi abad selalu disertai oleh tanda dan simbol. Baik dalam bentuk visual maupun non visual. Manusia merupakan pelaku utama penanda itu, ia adalah mahkluk yang penuh daya cipta, ide, estetika, kreativitas, serta rasa kemanusiaannya. Dalam kehidupan komunal, manusia menyepakati berbagai aturan dan norma, bahasa, dan akhirnya menyepakati tanda, dan lambang sebagai identitas bersama. Eksistensi identitas itulah yang menuntun manusia mengurangi, menambah, mengatur dan mengubah bagian tubuh alamiahnya.

Rekonsiliasi Kenangan Antar Generasi

Rekonsiliasi Kenangan Antar Generasi
Oleh: Iwan Djola


Membicarakan tradisi hampir saja menegaskan bahwa kita semua romantis, suka mengenang atau mungkin pendendam. Sebab apa yang kita bicarakan tak jauh dari rupa kenangan itu sendiri. Apa yang ada dalam pikiran kita dan apa yang telah terjadi dan menjadi hal yang terus menerus. Membicarakan tradisi, kita akan mengajak adat istiadat, kesenian, dan segala bentuk norma yang berkaitan dengan asal-usul kita sebagai manusia. Sebab kita sendiri mungkin tradisi itu, mengenai pengertiannya menurut kamus silahkan cari sendiri. Tradisi dapat terjadi dimana saja, entah jika diruang angkasa. Tetapi ia mengikat kita semua sebagai manusia yang mengakui dan selalu mencari. Sangat mudah mengaitkannya dengan masa lalu, keterbelakangan, dan kekunoan. Benarkah tradisi itu kuno? Adakah bedanya dengan tradisional? Untuk penjelasannya silahkan juga mencari. Prolog yang panjang tak selalu harus rumit.

Men-definisi-kan seorang Penato

Men-definisi-kan seorang Penato

Bertato, walaupun tidak bagus (dalam konteks teknis,estetis ), namun itulah bagian dari album hidup yang telah dilalui dan merupakan sejarah pribadi pula. Saya hanya penggemar biasa, tidak mampu membuat.
Menyepakati bahwa Tato (tattoo) di Indonesia adalah bagian dari tradisi di Nusantara adalah sebuah pemahaman saya saat ini. Bahwa menilik penelitian Khatib Abdul Kadir Olong dan Ady Rossa mengenai eksistensi Tato di berbagai daerah di kelompok-kelompok bangsa yang berintegarsi menjadi bangsa Indonesia, serta (mungkin) kecintaan terhadap takdir “ke-Dayak-an” yang suka tak suka harus dikenakan.
Walau harus diakui bahwa tidak semua pengguna dan penggemar tato memiliki intuisi tradisi dan wawasan menandai pemahaman individual terhadap tato yang dikenakannya saat ini. Namun geliat tato di Indonesia sangat marak dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga sesuatu yang tersimpan dalam peti dan tergeletak dipojok kamar, seolah dibuka, dibersihkan untuk kemudian dipelajari kembali sebagai sebuah realita yang tak dapat di belok-kan. Telah tumbuh subur kembali Tato di Indonesia, kali ini justru dikalangan kelas menengah dan generasi mudanya sebagaimana pengalaman kebudayaan selalu punya keterkaitan sosial yang berubah.

14 November 2010

Saling Mengintai


Saling Mengintai. 

(40x60)
Satin Polyposter Indoor, Matt Laminated
di Koleksi. Bpk. A.Halim.R (Pontianak)

Dua Kelompok dominan yang saling mengintai. Bersaudara dalam tradisi dan sejarah, namun menyimpan bara yang siap menjadi api. Bangsa ini memerlukan satu generasi yang tau arti perbedaan dan mau hidup bersama dalam perbedaan itu.

17 Oktober 2010

"Revitalisasi Semangat Rumah Panjang Bagi Intelektual Muda yang Berbudaya"

PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN VIII

Pesta Seni Budaya Dayak se-Kalimantan VIII oleh mahasiswa Kalimantan di Yogyakarta akan digelar kembali pada tanggal 21-23 Oktober 2010 di Gedung Koesnadi HardjaSoemantri UGM. Forum Mahasiswa Kabupaten Landak dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Landak yang kali ini menjadi penyelenggara.

15 November 2009

“PESTA SENI BUDAYA DAYAK se-Kalimantan VII”

“PESTA SENI BUDAYA MAHASISWA DAYAK VII”

Pesta orang Dayak di Yogyakarta.

Mahasiswa Kalimantan di Yogyakarta bergerak lagi. Bulan November, tepatnya pada tanggal 27-29 November tahun 2009 ini, Pesta Seni Budaya Dayak Se-Kalimantan VII akan digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri (Purna Budaya) UGM Yogyakarta. Kegiatan ini memasuki penyelenggaran ke VII, setelah pada tahun-tahun sebelumnya secara bergiliran diadakan oleh himpunan mahasiswa per Kabupaten. Diawali dan di prakarsai Tahun 2001 oleh FKPMKS Sintang, kemudian 2002 HPMDKH Kapuas Hulu, 2004 kembali FKPMKS Sintang, 2005 IKBKSY Sanggau Kapuas, 2007 IPMKS Sekadau, 2008 Fokus Mapawi Melawi, dan pada tahun 2009 tanggung jawab dan kesempatan itu berada ditangan mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kutai Barat (IPMDKB) Kalimantan Timur. Awalnya, acara ini memang diprakarsai oleh mahasiswa asal Kalimantan Barat terutama mahasiswa asal Sintang yang merangkul banyak pekerja budaya, sedangkan mahasiswa asal Kaltim, Kalteng, dan Kalsel hadir sebagai peserta dan undangan. Sekarang perubahan itu mulai terjadi, acara ini mulai di kelola oleh seluruh mahasiswa Dayak yang ada di Yogyakarta tanpa pengkotakan yang berarti. Pengelompokkan per- kabupaten hanya bertujuan memudahkan teknis acara saja. Sejauh ini komunitas mahasiswa daerah lain pernah hadir sebagai undangan dan berpartisipasi dalam acara ini seperti Papua, Aceh, Sumba, Jawa Barat, Yogyakarta, Riau, Bali, Lampung .

09 Februari 2009

A. Yosemario Cadentrunas Lea.W

Jose atau Oce, atau Cade. Adalah pemberhentian bagiku,dan bagi Aloysia Istriku.
Lahir di Bethesda Yogyakarta 26 April 2003, didampingi Eyang Titik dan Alm. Eyang Cecillia Ginting, saat proses dan beberapa saat setelah cesar.



Tak banyak yang bisa dikatakan selain bersyukur, berserah kepada Yesus Kristus, Tuhan kami. Pergulatan hidup, perjuangan demi kehidupan baru membuat aku terperangah. Betapa seorang yang kuanggap lemah ternyata begitu kuat dari apa dan siapapun saat itu.

03 Februari 2009

AGI IDUP AGI NGELABAN




AGI IDUP AGI NGELABAN
oleh : IwanDjola


“Mau makan direstoran,..Padang, bukan berarti harus ke Padang, semua ada disini kita tinggal menikmati. Mau makan buah pisang..Ambon, bukan berarti harus ke Ambon. Mau makan sayur Gudeg..Jogja, bukan berarti harus ke Jogja.” (cuplikan syair lagu Enno Lerian).
“Ada orang Batak, ada orang Jawa, ada orang Sunda, ada orang Ambon,ada orang Madura...Nggak disebut jangan marah.” (cuplikan syair lagu Dangdut Is The Music of My Country, ProjetPop).
Kita semua mungkin mendengar keseluruhan dua lagu berikut, penggalan syairnya sederhana biasa dan mungkin hanya kebetulan saja. Tapi ada pesan yang saya tangkap dari petikan syair itu bahwa dalam wawasan masyarakat umum, orang Kalimantan (terutama Dayak) tak populer dalam ciri dan identifikasi yang layak diungkapkan, kecuali keprimitifannya, kanibalisme, berekor, penguasa hutan, pengayau dan udik.

27 Januari 2009

MENCATAT SEJARAH DENGAN CAHAYA

MENCATAT SEJARAH melalui CAHAYA





Fotografi secara harafiah dikenal sebagai seni dan proses menghasilkan gambar dengan cahaya atau film, dan atau permukaan yang di “peka”kan.
Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi, fotografi telah merambah dunia. Sejak awal ditemukannya, fotografi menjelma menjadi perangkat yang tidak terlepas dari seluruh aspek kehidupan manusia.\Di masa sekarang kita dimanjakan oleh keberadaan fotografi Digital yang praktis dan memudahkan. Untuk menjadi fotografer, seseorang hanya memerlukan sebuah kamera yang layak, sedikit pemahaman kamera, kemauan dan rajin mengeksplorasi sudut pengambilan gambar. Berbeda dengan saat fotografi dasar yang berkembang sebelumnya yang di sebut fotografi konvensional.


Tato adalah Identitas Budaya

Tato adalah Identitas Budaya
Abad demi abad ditandai oleh berbagai tanda dan simbol. Tato dengan dinamikanya, adalah juga merupakan penanda itu. Bahwa kemudian ia mengalami berbagai kontradiksi adalah perkara yang lain dan berbeda. Ia bagian dari sejarah peradaban manusia. Dalam kesenian khususnya seni rupa, ia menjadi sebuah media tua yang kini tumbuh kembali sebagai jejak seni yang memanfaatkan tubuh sebagai media sebelum modernisme.

26 Januari 2009

KAMAR KHUSUS

KAMAR KHUSUS, khusus untuk berekspresi dengan alami. Seluruh foto diambil pada bulan September 2008, di WC dan kamar mandi komunitas DangoUma 180 Yogyakarta. Rumah yang penuh lelaki, datang dan pergi, pergi pagi dan pulang pagi lagi. Sengaja memilih untuk di dokumentasi dengan foto hitam putih. Baik itu oleh alasan artistik tapi sekaligus menyamarkan warna aslinya yang sama sekali tidak menarik. Foto-foto ini diambil dengan ISO rendah, tanpa lighting bantuan sehingga dibeberapa foto terlihat agak kabur, goyang atau bahkan out of focus.